Belajar Pemrograman Sederhana Android “Hello World”

Mari kita buat android project pertama kita!

Kita akan memulai dengan yang mudah dulu. Belajar programming hampir selalu diawali dengan membuat program “Hello World!”, maka kita juga akan mengawalinya dengan cara yang sama. Setelah selesai modul ini, anda sudah dapat memasukan app anda ke dalam gadget dan menunjukkannya kepada teman-teman anda.

Android mempunyai langkah-langkah yang jelas dalam pembuatan app. Pertama, klik Start New Android Studio Project dari halaman Welcome to Android Studio.

Note : Jika anda tidak dapat menemukan Welcome Screen anda, anda bisa membuat project menggunakan menu File/New Project.

Android Studio akan menampilkan screen project anda :

Isikan aplikasimobile pada field Application Name, pada Company Domain bisa bebas anda isi sesuai dengan domain name anda (domain name tidak harus benar-benar eksis). Untuk Project Location anda bisa pilih lokasi di hard drive anda pada tempat yang sesuai.

Klik Next dan anda akan masuk ke layar berikut :

Disini anda akan memilih tipe device dan tipe operating system. Apakah anda ingin membuat app anda hanya untuk phone dan tablet, atau mungkin untuk TV, atau bahkan mungkin untuk wearables? Semua bisa kita tentukan disini.

Untuk sekarang, kita hanya akan memilih pembuatan app untuk phone dan tablet. Setelah itu kita akan menentukan minimum SDK kita, kita akan pilih API 15 : Android 4.0.3 (IceCreamSandwich), karena sudah sekitar 75% dari semua device memberikan support pada Android OS tipe ini (data Sept 2015).

Klik next.

Apa itu Android Activity?
Disini anda bisa memilih default activity untuk aplikasi anda. Aplikasi dapat anda bayangkan sebagai sebuah Tab pada Browser anda, dan tab tersebut bisa berisikan macam-macam content dan saling berkaitan satu sama lainnya.

Activity bisa memenuhi semua layar atau juga bisa hanya sebagai pop up (bagian kecil dari layar).

Pilihan macam-macam template activity, dari blank activity, maps activity, bahkan navigation drawer activity pun sudah tersedia. Kita akan bekerja dengan macam-macam activity jadi biasakan diri anda dengan istilah ini.

Untuk sekarang mari kita pilih blank activity dan klik next.

Bravo, anda sudah mencapai tahap ini. Ini adalah tahapan terakhir sebelum kita memulai coding.

1. Activity Name
Ini akan menjadi nama activity yang akan anda jadikan referensi ketika anda coding. Setelah anda klik finish, android studio akan menciptakan .java class file yang bisa anda edit dan gunakan sebagai acuan programming.

Note : Yang terjadi disini adalah android studio akan membuat subclass dari class Activity, bagi kalian yang sudah mendalami Object Oriented Programming pastilah sudah familiar dengan istilah ini.
2. Layout Name
Ini akan menjadi nama layout yang akan kita pakai, seperti yang diterangkan tadi bahwa kita akan melakukan coding dalam bentuk .java file dan melakukan desain dalam bentuk .xml file. Layout Name ini akan menjadi nama .xml file dari desain yang bertanggung jawab atas desain dari activity ini.

3. Title
Title disini akan menjadi judul dari activity kita, seperti tagpada html, yang nantinya bisa kita ubah sesuai kebutuhan kita.

4. Menu Resource Name
Ini akan menjadi nama .xml file yang mengatur cara kerja dan desain dari menu di Action Bar. Action Bar adalah menu di bagian atas dari sebuah activity. Sebuah activity tidak harus mempunyai Action Bar.

Untuk tutorial ini, kita akan gunakan penamaan standar dari Google. Lantas kita klik finish.

Maka akan muncul dialog seperti ini :

Disini anda akan mengenal istilah Gradle atau Maven, tergantung konfigurasi yang ada di Android Studio anda. Gradle atau Maven bekerja sebagai Build Tool untuk mengkonversi project anda nanti menjadi .apk file yang bisa anda instalasi ke gadget anda. Untuk sementara kita hanya perlu tahu istilahnya saja, Gradle dan Maven.

Android Studio akan membuat project kosong dan kita akan sampai ke layar berikut :

Android Studio mempunyai 3 kolom layout. Yang paling kiri adalah struktur project anda, yang tengah adalah preview dari layout anda, dan yang kanan adalah hirarki dari layout dan atribut-atributnya.

Sebelum melakukan programming apa-apa, mari kita lakukan supaya app kita bisa menjalankan “Hello World”.

Menjalankan Aplikasi Android
Ok, bagaimana kita menjalankan aplikasi yang kita buat? Jika anda ingin melakukan build dengan menggunakan gadget android anda, tentu saja bisa. Kita akan membahasnya di bagian akhir dari tutorial ini. Sementara ini kita akan coba jalankan menggunakan Android Virtual Device (AVD) bawaan dari Android Studio. Ok, bagaimana caranya?

Klik AVD Manager yang tertanda pada gambar diatas.

Seperti yang dapat anda lihat, Android Studio sepertinya sudah membuatkan Virtual Device yang bisa anda pakai. Untuk percobaan kali ini kita akan memakai AVD yang sudah ada. Untuk membuat AVD baru anda bisa membaca dari daftar tutorial di bagian Android Emulator.

Ok, sekarang close window AVD, dan kita run aplikasi kita.

Klik menu run, sesuai gambar yang diberi lingkaran merah di atas. Sebuah window dialog akan muncul dan menanyakan device mana yang akan kita pilih sebagai target instalasi. Pastikan radio button launch emulator terpilih dan pilih AVD anda, lantas klik OK.

Setelah itu anda mungkin harus menunggu beberapa saat sampai emulator berjalan.

Anda akan melihat aplikasi “Hello World!” anda muncul pada emulator.

Selamat! Sekarang anda sudah mempunyai Aplikasi Android pertama anda.